Halaman

Jumat, 23 Mei 2014

Motoran ke Curug Cikaso & Ujung Genteng


Assalamualaikum, Annyeong Haseyo, Sampurasun...
Setelah sekian lama gak jalan, setelah sekian lama gak ngeblog, akhirnya saya jalan lagi, akhirnya ngeblog lagi.
Kisah perjalanan ini dimulai dari kerisauan 3 pemuda tampan yg sudah lama tidak hunting foto, dan kerisauan seorang pemuda agak tampan yang sudah lama tidak turing. Setelah melewati sekian kali penundaan, akhirnya kami berempat bisa berangkat turing.
Tujuan utama Saya ya hunting foto, beberapa kali mencoba human interest, ternyata malah mati gaya karena saya gak interest. Landscape, cinta pertama dan masih cinta smp sekarang. Selain itu juga mau nyobain ketangguhan dan kenyamanan ban tubles (baru) saya, Michelin Pilot Street seharga 800 ribuan sepasang, gak rela guweh klo belum nyobain ban mahal buat turing! Dan nyobain jaket mahal baru yang dibeli disaat kantong lagi pas-pasan, Jaket Respiro Versity R1-6.
Kami memutuskan turing tanggal 17-18 Mei 2014, dengan tujuan ke Curug Cikaso, dilanjutkan ke Ujung Genteng. Kali ini cuma berempat, Saya, Martin, Rhesa, dan Uway. Tidak bersama keluarga besar Alon-Alon Ae. Kami... AAA Perjuangan! *apeu*

Rabu, 20 Maret 2013

Mahameru dan Sebuah Rencana

And the awesome adventure begin....
Assalamu'alaikum...
Entah bagaimana awalnya, hingga akhirnya kami berlima merencanakan dan akhirnya berangkat menuju Gunung Semeru. Lima orang pejalan kaki, lima orang yang gemar berbincang, dan empat orang yang suka membekukan waktu dalam sebuah foto, kami. Saya (Miko), Bastian, Vigor, Martin, dan Yosi.
Petualangan dimulai dengan perdebatan kapan kami akan berangkat dan bagaimana kami kesana. Kami memutuskan untuk berangkat tanggal 10 Juli 2012, naik kereta eksekutif dari Stasiun Gambir pukul 17.30 WIB. Eksekutif, dengan alasan agar kami tidak perlu bolos dan absen seperti biasa. Dan alasan kenyamanan juga sih, karena esoknya kami akan langsung mendaki.

Rabu, 14 November 2012

Dataran Tinggi Dieng


Walau madingnya udah terbit, tapi gak ada salahnya toh kalau saya berbagi pengalaman berkesan saya waktu liburan ke Dieng bulan Maret lalu?!
Rasa rindu akan suasana hening, sejuk, njawani, dan mistisnya Dieng sudah tak tertahan lagi. Kerinduan yang membuncah dan membuat gelisah setiap terdengar namanya. Dan panasnya udara Jakarta selalu mengingatkan saya akan damainya suasana Dieng. Harus kesana, A.S.A.P.
Saya belum cukup berani untuk bepergian sendiri. Entah karena bahaya yang setiap saat mengintai, atau kesendirian yang menakutkan. Begitupun kali ini, saya memutuskan untuk tidak pergi sendirian. Setelah melalui proses ngomporin yang panjang, didapatkanlah 3 teman perjalanan: Vigor, Handono, dan Cholis. Mode transportasi yang kami pilih awalnya bis. Namun, hidayah turun untuk Vigor. Vigor memutuskan untuk menggunakan/mengendarai mobilnya. Good. Jadi lebih fleksibel berangkatnya.

Minggu, 04 November 2012

Museum Sasmita Loka Jenderal Besar Abdul Haris Nasution


Profil Singkat Sang Jenderal Besar


Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution (lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918 – meninggal di Jakarta, 6 September 2000 pada umur 81 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia[2] yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean.
 Beliau adalah penggagas Dwifungsi ABRI. Beliau juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia Masa Jabatan 10 Juli 1959 s.d. 22 Februari 1966, kemudian menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Masa Jabatan 1966 s.d. 1972.
Tahun 2000, masih inget banget waktu beliau meninggal. Entah kenapa sedih sekali rasanya. Satu lagi pahlawan revolusi meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Saat itu yang terpikir rasanya ingin sekali berbincang dengan beliau mengenai sejarah Indonesia di masa lalu. Rest In Peace, semoga diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

Senin, 23 Juli 2012

Move On


"Kamu belum bisa melupakannya."
"Kenapa? Tak suka kah dirimu kepada lelaki, yang apabila ia jatuh cinta, maka ia mencintai dengan sangat? Tak suka kah dirimu jika suatu saat cinta yang seperti itu jatuh padamu?"


Selintas terpikir saat membuat RSB di kubicle tercinta.