Laman

Minggu, 09 Oktober 2011

Museum Sasmita Loka Ahmad Yani

Museum Sasmita Loka Ahmad Yani
Assalamualaikum...
Sebagai penggemar teori konspirasi, salah satu konspirasi lokal yang paling saya minati adalah pemberontakan pada G-30S/PKI dan dampak sistemiknya yaitu penerbitan Supersemar dan pergantian kekuasaan. Senang rasanya bila bisa menyempatkan waktu untuk bisa 'napak tilas' kejadian ini. Salah satunya dengan mengunjungi rumah dari jenderal tertinggi Angkatan Darat pada saat itu, Jenderal Ahmad Yani.

Kali ini gak pake cerita nyasar, hehe... Karena sebelumnya saya sudah 'bertanya' pada om G-maps dan GPS. Letaknya ada di Jalan Latuharhari Nomor 65, nanya aja ama orang2 di pinggir jalan. Hehe...
Menurut saya, ini adalah museum terbaik yang pernah saya kunjungi. Karena koleksinya yang lengkap dan 'bercerita'. Selain koleksinya, kurator museum juga tau kebiasaan-kebiasaan Pak Yani (panggilan akrab beliau) dan juga tau mengenai kejadian yang terjadi pada tanggal 30 September 1965.
Berikut ini beberapa foto yang berhasil saya jepret di museum tersebut. Cekiprit...!!!

Mobil Pak Yani, Chevrolet Impala
Dari pintu inilah pasukan Cakrabirawa masuk, pintu samping.
Ruangan setelah pintu masuk samping
Di balik pintu inilah Pak Yani menerima tamunya, para Cakrabirawa
Pak Yani menutup pintunya, kemudian beliau diberondong peluru menembus kaca pintu. Bekas pelurunya masih dipelihara dengan baik. Super!
Setelah ditembak, jenazah Pak Yani diseret oleh Pasukan Cakrabirawa. Darah menganak-sungai dari pintu menuju ke kanan gambar.
Inilah posisi dimana jenazah Pak Yani terbaring sesaat setelah ditembak.
Memorial
Dinding yang dibelakangi oleh Pak Yani. Peluru menghambur menembus lukisan dan lemari yang ada dibelakang beliau.
Ruang Keluarga/Makan rumah Pak Yani
Sebuah minibar khas barat. Maklum, Pak Yani kan lulusan akademi militer USA. Minibar ini digunakan untuk menyambut tamu2nya dari luar negeri.
Kursi favorit Pak Yani tempat beliau menghabiskan berbatang-batang rokok. Beliau membuang abu rokoknya ke luar jendela. Menurut kurator museum, Pak Yani seorang perokok berat.
Salah satu kamar putri Pak Yani lengkap dengan koleksi boneka pemberian Pak Yani. Hanya boneka pemberian Pak Yani yang dipajang disini.
Rokok Pak Yani. Jangan ditiru ya... :D
Sepertinya Pak Yani dulu penggemar The Beatless
Kamar utama, kamar pak yani dan istrinya.
Koleksi pakaian, pena, dan benda bersejarah lain milik Pak Yani.
Bagian kepala dari kamar utama.
Senjata Thompson yang digunakan untuk menembak Pak Yani.
Peluru dari Senjata Thompson
Seminggu sebelum pengangkatan Pak Yani, petir menyambar atap rumah Pak Yani dan menimbulkan retakan pada tembok kamar Pak Yani. Pak Yani kemudian memperjelas retakan tersebut dengan sebuah cat berwarna merah.
Ruang Tamu dengan sebuah lukisan 'Subuh Berdarah'
Lemari koleksi Pak Yani yang berisi souvenir dari kunjungannya ke berbagai negara.
Ruang santai Pak Yani. Disini biasanya beliau bersantai sambil menunggui anak2nya yang bermain.
Ayunan tempat favorit bermain anak-anak Pak Yani
Ruang Tamu Depan
Ruang kerja ajudan Pak Yani. Pak Yani tidak suka bekerja atau membawa kerjaan pulang, sehingga beliau tidak memiliki ruang kerja di rumah. Biasanya ruang ini beliau gunakan hanya untuk menandatangani surat2 penting dan mendesak saja. Di dalamnya juga terdapat lemari berisi koleksi buku2 Pak Yani, sebagian besar buku koleksinya adalah tentang senjata.
Koleksi buku Pak Yani
Kurator Museum Ahmad Yani, sayang saya lupa nama beliau. Beliau know Pak Yani so well.
Saya suka dengan prinsip Pak Yani yang tidak pernah membawa kerjaan negara ke rumah. Padahal posisi beliau  pada saat itu adalah sebagai orang penting di republik ini. Beliau juga seorang suami yang suka membantu istrinya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Seorang yang ramah dan patriot sejati. RIP Pak Yani, semoga bapak mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya.

Demikian picture-talk saya tentang Museum Sasmita Loka Ahmad Yani. Sesekali bolehlah movers berkunjung kesana, sekalian bawa serta keluarga movers. Ceritakanlah sedikit tentang negara ini pada generasi penerus kita. Ini juga warisan yang harus dilestarikan dan diceritakan turun temurun. Agar semua ingat, Indonesia yang sekarang adalah hasil dari perjalanan panjang yang penuh peluh dan tetesan darah, agar para penerus dapat memanfaatkan sebaik-baiknya kemerdekaan yang dimiliki. Hiduplah Indonesia Raya...!!!
Wassalamualaikum....

Bertamu ke rumah Pak Yani

Miko
Ceger Raya, 9 Oktober 2011.

6 komentar:

  1. gara2 ngunjungin museum jend nasution bulan lalu, saya jd pgn bgt datangin museum ahmad yani:) Infonya berguna bgt mas ;)

    BalasHapus
  2. benar..sangat menyentuh hati..hanya hati yang masih hanif yang bisa merasakan ketika peristiwa 'subuh berdarah' itu terjadi..republik yang kita airnya kita minum dan tanahnya kita pijak ini sudah mengorbankan para putra terbaik bangsa...terima kasih..sy pun sudah ke sana ..

    BalasHapus
  3. kalo misalnya yang ke tujuh pahlawan revolusi yang lain ada museumnya nggak kak?

    BalasHapus
  4. Setahu saya Pahlawan Revolusi yang lain rumahnya tidak dimueseumkan...

    BalasHapus
  5. dangker@yahoo.com

    BalasHapus
  6. Mantaps, ane pengagum pahlawan revolusi...

    BalasHapus

Komen Anda mencerminkan diri Anda.