Laman

Selasa, 27 September 2011

Taman Proklamator

Assalamu'alaikum...

Pernah gak terbersit dalam pikiran kalian "Eh...eh...eh... Dulu pembacaan teks proklamasi dimana ya bok? Bukan di PIM pastinya kan ya? Apalagi di Sevel, pasti rempong deh cyin."
Gw pernah. Awalnya sih gw mau ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi, gw mau nyari tau dulu gimana awal-awalnya proses Proklamasi diwujudkan. Men, ini proklamasi men. Penting banget buat negara kita. Klo dulu kita kagak buru-buru proklamasi. Bakal laen ceritanya, belom tentu sekarang gw bisa nge-twit apalagi posting blog.

Cerita berawal dari nyasarnya abang tukang ojek nganterin gw. Gw request-nya sih ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi, eh si abang bawa gw ke tempat ini. Abisnya dari 'Museum Perumusan naskah Proklamasi' si abang cuma nangkep bagian 'Proklamasi'-nya doang. Jadilah gw terdampar di mari, di Jalan Proklamasi. Pertama liat gw langsung takjub. Gw langsung masuk dan mulai deh jeprat-jepret di mari. Dari sinilah cerita dimulai....

Secara keseluruhan, sebenarnya ini bisa dibilang 'komplek' ya. Coz di lokasi ini ada 4 bangunan sejarah. Yang pertama Tugu Proklamasi a.k.a. Tugu Petir, yang kedua Monumen Pembacaan Teks Proklamasi, trus gedung penanda dimulainya Pembangunan Nasional Semesta Berencana, ama satu lagi Tugu Peringatan Satu Tahun Republik Indonesia.

Minggu, 25 September 2011

Rindu Untuk Regita


Regita adalah seorang gadis kecil cengeng berusia 4 tahun

Regita adalah dia, bantal, dan bantal gulingnya
Tidak akan boleh kau meminjamnya
Karena bantal dan bantal gulingnya adalah hartanya yang paling berharga
Bila ia pergi, maka bantal dan bantal gulingnya akan turut serta
Karena regita tidak akan bisa tidur tanpanya

Regita suka nonton Spongebob
Suka nonton Unyil, Shaun The Sheep, dan Upin Ipin
Dia yang memegang remotnya
Dia akan protes bila channelnya diganti

Regita akan memintaku membuka mata
Kemudian akan menepukkan kedua tangannya di depan wajahku
Bila aku berkedip, dia akan berkata ‘Ih, O’om takut sama ayam’
Kemudian dia akan melakukannya lagi
Mengganggu mataku dengan apapun yang ada

Regita suka minta di gendong
Digendong sambil sesekali dilempar-tangkap ke udara
Atau dia akan memintamu menggendongnya sambil berlari
Atau memintamu menari

Regita suka dengan uang
“Buat beli jajan” begitu katanya
Ia suka meminta golokan
Uang seribu dengan gambar Kapitan Pattimura dan goloknya
Saat lebaran ia meminta lebih
“Yang merah sih om. Buat beli sepedah gede.” Begitu katanya
Regita sudah besar, sudah pandai naik sepeda
Ia mengeluh sepedanya yang sekarang terlalu kecil

Regita suka bersolek
Rambutnya yang keriting kini menjadi lurus, direbounding
Rambutnya yang lurus menjadi mudah dikucir
Dikucir dua atau dikucir satu, sesuka hatinya
Rambutnya yang hitam kini berubah
Rambutnya kemerahan sejak pulang dari salon
Sebuah salon di dekat rumah langganan ibunya
Aku tak tau kenapa merah yang dipilihnya

Regita suka sekolah
Dia suka memakai seragam dan bertemu dengan teman-temannya
Sekolahnya adalah tentang menggambar dan bernyanyi
Saat pulang sekolah, regita akan bau sekali
Dia banyak bermain dan berkeringat di sekolah

Regita suka bermain
Saat kau tertidur lelap di siang hari
Dia akan pergi ke rumah tetangga
Bermain hingga sore menjelang

Regita tidak suka makan nasi
Apapun lauknya dia tetap tidak suka
Kau harus pandai merayunya, atau kau harus pandai memaksanya
Bila ada anak kecil lain makan, dia akan ikut makan
Sepertinya dia hanya butuh teman makan yang tidak memaksanya makan

Itulah regita keponakanku
Seorang gadis kecil cengeng berusia 4 tahun

Regita oh regita...
Bermainlah nak, puaskan haus masa kecilmu
Kelak ketika kau dewasa
Kau akan mengenang hari ini dengan tersenyum dan berkata ‘Aku dulu suka bermain’



Salam kangen dari om Iko di rantau
Ceger Raya, 25 September 2011

Sebuah Cerita Tentang Suryakencana

















Ada suatu tempat
Suatu tempat di mana bulannya selalu purnama
Suatu tempat di mana bunganya tak pernah layu

Ia tinggi, hingga kau akan sulit bernafas
Ia jauh, membuat semua keluh kesahmu tertumpah
Ia sulit, lelahnya akan memaksamu menyerah
Bernafaslah terus, mengeluhlah, tapi jangan engkau menyerah
Karena tempat itu luar biasa
Seperti yang akan kuceritakan padamu

Tempat itu luas
Tertutup rumput yang kadang berwarna hijau, dan kadang berwarna kuning
Tanahnya berpasir, berdebu pula bila musim kemarau
Sebagiannya tertutupi batang-batang Eidelweis
Sang bunga abadi yang putih warnanya

Paginya aneh
Bisikannya memintamu bangun
Namun belaiannya melenakanmu

Siangnya hangat
Bila tak ada awan, matahari akan bercahaya dengan sangat benderang
Cahayanya terik, namun terkadang ia ramah dan tak terlalu panas

Sorenya damai
Sepinya membuatmu terdiam
Kau bisa saksikan matahari yang mulai meredup
Dan gelap perlahan merayap di sela-sela rumput dan pasir

Malamnya hening
Semuanya terdiam dalam kedamaian
Gelapnya yang dingin akan melelapkan tidurmu

Kabut sering datang ke tempat itu
Entah darimana dan kemana ia pergi
Terkadang kabut singgah terlalu lama
Ia merayap dalam arak-arakan yang besar
Membutakan dan membawa hawa dingin
Namun bila ia pergi, Ia menghamparkan ketakjuban alam kepadamu

Duduklah di salah satu bebatuannya
Pandangilah setiap sudut-sudutnya
Dan ingatlah apa yang kau lihat
Hiruplah udaranya dan ingatlah baunya
Dengarkan heningnya
Rasakan apa saja yang dibisikannya melalui pori-pori kulitmu
Unggah semuanya, simpan dalam ingatanmu

Bila suatu saat kotamu terlalu bising dan memenatkan
Kau ingat kembali tempat itu
Tempat yang bulannya selalu purnama dan bunganya tak pernah layu
Tempat yang berkabut dan dingin
Tempat yang hening dan penuh kedamaian

Tempat itu, Suryakencana
Tempat itu, di hatimu....

Miko
Ceger Raya, 20 September 2011

Mukadimah

Bismillahirohmanirrohim...
Atas berkat rahmat Alloh subhanallohu wa ta'ala akhirnya blog ini dibuat. Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang sudah ngiming-ngimingi saya dengan blognya. Rhesa, Hogie, dan tentu saja Nila. Kamsahamnida... :D

Sebelumnya saya suka facebook-an. Tapi lama-lama saya bosan dan akhirnya ngetwit. Enak sih ngetwit. Tapi 140 karakter tidak cukup untuk menumpahkan segala rasa yang saya pendam. Saya ingin ngebacot sepuasnya! Dan saya ingin semua orang tau betapa galaunya sayah! Merdeka!!!

Blog menawarkan karakter yang lebih kepada saya. Saya ingin berbagi, saya ingin bercerita. Dan atas inspirasi temen-temen, akhirnya saya membulatkan tekad buat ngeblog. Walaupun saya takut gak konsisten nulis, tapi saya ingin mencobanya dahulu. You'll never know until you try isn't it? :D

Sebagai seorang yang talkative, blog ini rencananya akan saya isi dengan bebacotan, baik yang penting maupun yang tidak penting. Selain itu saya juga ingin berbagi banyak cerita dan ilmu. Untuk mendukung program pemerintah Miko Anak Sholeh, maka sesekali akan saya isi blog ini dengan tulisan mengenai Islam. Masalah-masalah sosial juga akan sesekali saya tanggapi di blog saya, sebagai bentuk kepedulian saya terhadap dunia sosial.

Demikian mukadimah dari saya. Silakan ucapkan selamat ngeblog kepada saya.
Usikum wanafsih bitaquallah, wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...