Laman

Rabu, 30 September 2015

Etika Sendawa


http://www.timothywinchester.com/2009/11/burping-dinosaur/
Assalamu'alaikum gaes.
Lumayan lama gak nulis, pengen nyalahin skripsi tapi ya sebenernya skripsi gue gak salah sih. Gue ngerasa bersalah aja tiap mau ngeblog trus inget skripsi, jauh di lubuk hati gue ada suara yang berkata "Kok lo malah ngeblog? Skripsi lo apa kabar?"
Tapi berhubung kerjaan dan skripsi gue udah kelar, mari nulis lagi, dan kita mulai dari hal yang baru saja terjadi di ruangan gue. Urang yang duduk sebrang gue bersendawa. It's normal, but how-you-do-it is what makes it different.

Sendawa apaan sih? Jagoan yang ada di Mahabharata? Sendawa Lima?
Krik krik krik.... *kemudian hening*


Well. Secara ilmiah, saat kita makan dan minum, kita gak cuma menelan apa yang kita makan/minum, kita juga menelan gas, lebih spesifiknya nitrogen dan oksigen. Nah gas inilah yang bikin perut terasa penuh dan kemudian mendesak untuk dikeluarkan. Taraaaa... Jadilah sendawa.
Menurut gue, sendawa itu dibagi 2: sendawa yang disengaja & sendawa yang tidak disengaja. Kedua macam sendawa itu masing terbagi lagi jadi sendawa yang mild/subtle/halus/sopan dan sendawa yang rude/loud/nyaring/gak sopan. Sendawa yang suaranya pelan dan tertahan, gue sih gak masalah, lha wong normal kok. Yang nyebelin itu yg sendawanya disengajain keras, apalagi pake dinada-nadain gitu, semacam sendawa pake nada goyang dumang. Asli yang kaya gini gue jijik banget. Gak ada sungkan-sungkannya, disemburin aja gitu. Belum lagi yang sendawanya bau banget, kaya abis makan jengkol genjrot. Selama ini gue mengasosiasikan sendawa dengan muntah, sendawa adalah muntah angin, karena gue gak suka muntah, jadilah gue juga gak suka sendawa.

Emang lu kalo sendawa gak 'gitu', Mik?
Hmmm.... Ini pertanyaan jebakan. Wkwkwkwk.... Ya sebagai manusia normal gue juga sendawa dong. Tapiiiii..... Gak dimaen-maenin juga. Gue sendawa 'begitu' biasanya klo lagi sendirian atau lagi di rumah ama istri doang. Gue berusaha nahan sendawa biar suaranya gak keras-keras amat. Yang repot klo lagi sholat tuh, duh gak enak klo sendawa gue yang berbau tak sedap tercium ama orang di kanan/kiri gue. Yang pastinya gak enak banget, gue sering jadi korban. Rrrr.... Lagi berusaha khusyuk sholat, eh sebelah gue dengan innocent-nya sendawa, dan baunya.... Ah sudahlah....
Nah, itu sendawa menurut pendapat gue pribadi. Pendapat pribadi yang tidak mewakili siapa-siapa tentunya, kecuali gue sendiri. Trus gimana orang-orang di negara lain menyikapi sendawa?
India : Orang India tidak keberatan dengan sendawa yang keras, ini wujud apresiasi terhadap makanan.
Jepang : Nope. Sendawa (terutama saat makan) adalah hal yang tidak sopan. I agree with you guys!
China : Sendawa berarti kamu suka dengan makanannya. Let it goooo....
Perancis : No. No. No. Klo kelepasan minta maaf ya guys.
Italia : Orang Italia gak suka klo sendawanya kedengeran orang lain, berarti mereka juga gak suka dong denger orang lain sendawa.
Inggris : Klo orang Inggris, sendawanya agak mirip Indonesia, liat sikonnya sob.
Kanada : Sendawa adalah caramu berterima kasih kepada sang chef!
Jerman : Di luar dugaan, ternyata klo setelah makan dan kamu tidak sendawa, malah dianggap gak sopan ama orang Jerman.
Negara Arab (pada umumnya) : Sendawa artinya kamu menikmati makanannya.

Jadi menurut lu gimana etika sendawa, Mik?
Sendawa adalah hal yang normal, tapi gak semua orang suka dengan sendawa orang lain. Pintar-pintarlah menempatkan diri. Klo perut terasa nggak nyaman dan pengen sendawa, keluarkan gas dalam perut perlahan-lahan, dicicil. Jangan lupa juga tutupi mulut dengan tangan, karena kebanyakan sendawa baunya gak sedap. Gitu.
Selamat bersendawa ria (dengan sopan)! Wassalamu'alaikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen Anda mencerminkan diri Anda.